NGAMPRAH – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 secara khidmat melalui upacara di Lapangan Plaza Mekarsari, Jumat (19/6/2026). Di balik konsep perayaan yang sengaja digelar secara bersahaja dan hemat anggaran, momentum hari jadi ini menjadi panggung pemaparan berbagai rapor hijau pembangunan daerah sepanjang tahun berjalan.
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, mengungkapkan bahwa efisiensi anggaran dalam seremoni kali ini mencerminkan tingkat kedewasaan KBB sebagai daerah pemekaran. Kendati dikemas sederhana—dengan suguhan utama atraksi marching band praja IPDN—Pemkab KBB tetap merencanakan hiburan rakyat dengan menggandeng pihak ketiga melalui sistem sponsor.
Di sektor substansial, performa ekonomi KBB sepanjang 2025 menunjukkan performa solid. Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) tercatat melesat di angka 5,28 persen, diiringi dengan keberhasilan menekan angka kemiskinan menjadi 9,87 persen. Selain itu, inflasi daerah terkendali ketat pada level 2,13 persen dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun ke angka 6,60 persen. Kualitas hidup masyarakat juga terkerek naik dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang menyentuh 71,65 poin serta pemerataan pendapatan (Gini Ratio) di angka 0,364.
Bukan hanya sektor ekonomi, pembangunan fisik berupa penanganan jalan kabupaten sepanjang 36,858 kilometer berhasil mendongkrak persentase jalan mantap hingga 78,80 persen melampaui target. Tata kelola birokrasi pun menguat, di mana KBB kini menempati peringkat ke-95 nasional dalam evaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah, mempertahankan opini WTP dari BPK RI, serta menaikkan skor MCP KPK.
Sebagai komitmen keagamaan, Bupati Jeje resmi mengesahkan Perbup tentang Produk Pesantren pada hari jadi ini, yang akan menjadi payung hukum pembiayaan bagi guru ngaji dan program pondok pesantren ke depan.
