Seorang Wanita dan Lelaki Berinisial NOV dan FAR Diduga Lakukan Pencairan Uang Freeze dan TPPU Sebesar 189 Juta USD Diluar Negeri

Bandung – Betapa mengagetkan, ada seorang wanita dan laki-laki pergi keluar negeri dengan tujuan mencairkan uang yang terkumpul dari berbagai kegiatan illegal atau uang domain atau juga disebut dengan istilah dana tak bertuan (yang terkumpul pada umumnya dari uang hasil praktik kejahatan narkoba, perjudian, korupsi dan lain sebangainya).

Karena biasanya, menurut beberapa keterangan, orang yang bisa meraih dana itu adalah orang yang memiliki akses orang dalam atau oknum didunia perbankan, oknum di Institusi pemeriksa keuangan, dan oknum Aparat Penegak Hukum (APH). Dan umumnya dengan sistem pembagian 50:50 atau berbayar mulai dr 20% hingga 40% nya saja.

Oknum Wanita yang berinisial NOV dan seorang lelaki berinisial FAR ini dikabarkan pergi ke negara Oman, Cyprus, Dubai dan sempat ke Singapura diduga untuk melakukan pencairan dana Freeze dan Tindak Pidana Pnecucian Uang (TPPU) yaitu demi mengambil uang tersebut yang bernilai 189 juta USD atau sekitar Rp. 3.366.486.900.000,00 (Tiga triliun tiga ratus enam puluh enam miliar empat ratus delapan puluh enam juta sembilan ratus ribu rupiah), hal ini mereka lakukan demi memperkaya diri mereka.

Mengapa mereka harus mencairkan uang Freeze itu ke luar negeri dan diluar negara Asia Tenggara?, berdasarkan keterangan, Malaysia, Singapura, Vietnam, (kawasan Asia Tenggara) kurang diminati oleh penjahat Finansial atau Mafia Perbankan karena katanya terlalu besar pemotongan//sharednya minim.

Kendati demikian, negara-negara ini masih dianggap longgar dalam kebijakan finansialnya dibandingkan negara Indonesia yang dianggap terlalu banyak aturan. Sehingga akhirnya dana tersebut dibekukan atau di FREEZE//Blocked sepihak oleh mafia keuangan, pejahat finansial yang berada didalam instansi di Indonesia ini.

Bahkan sumber lain menerangkan, tidak sedikit dana CSR atau Corporate Social Responsibility yaitu bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan dari sebuah perusahaan terhadap masyarakat dan alam di sekitarnya. Ataupun Dana Donasi Kemanusiaan, Bantuan Dana Kerohanian yang masuk ke indonesia tidak bisa dicairkan atau sampai ketujuannya (penerima manfaatnya), karena katanya hal itu bisa dianggap, diduga atau dicurigai sebagai dana untuk kegiatan teroris.

Saking banyaknya dana yg di Freeze/di Blocked, berdasarkan keterangan dari beberapa sumber, biasanya dana itu akhirnya akan dimakan atau dinikmati oleh kelompok atau oknum yang berada di beberapa institusi terkait serta para penjahat finansial yang berada di negara ini. Dengan semaunya saja mereka menetapkan status supaya bisa di blocked//freeze, lalu dikondisikan oleh mafia yg memiliki otoritas keuangan di negeri ini. Dan akhirnya uang itu bisa dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu, salah satunya terjadi dan dilakukan oleh NOV dab FAR ini.

Maka jelas hal ini pun mempengaruhi investor-investor luar negeri akan berpikir ulang untuk menanamkan modal/investasinya di Indonesia. Ujung-ujungnya bila tidak mau di Blocked, para investor harus merelakan modal investasi tersunat hingga 70% nya.

NOV saat diluar negeri sempat beberapa kali mengirimkan pesan whatsapp dan voice note terhadap temannya, dia mengabarkan bahwa uangnya sudah ada dan masuk Sebagian ke rekening perusahaannya.

“”Waalaikumsalam bapak warahmatullahi wabarakatuh, Ga ada, ga ada kendala, alhamdulillah, sebentar saya kirim bukti ini uang udah adadi PT aku ya pak. Karena kemaren itu mau masukin Sebagian ke USDT takut belum bisa di monetis, masukin ke rekening pribadi ternyata dari bank NOP nya ga boleh, harus menggunakan rekening PT, alhamdulillahna aku da PT kan, jadi masukin ke gironya aku.Cuman kan cek aku ga bawa, iya kan,jeung oge cek teh abis, jadi biasanya aku pake token, tapi udah aku cek di website the alhamdulillah udah masuk uangnya Sebagian. Aku kasih dulu ke bapak ya. Sabar pak tenang, udah ga usah khawatir ke temen-temen mah udah, nanti pokoknya ee ketemu mah udah pasti aku bakal kasih uang langsung tunai atau pakai USDT ya cuman ini Sebagian sudah masuk ke aku, Sebagian le si pak Faris, tapi masuk ke aku tuh bukan ke rekening pribadi aku pak ke Perusahaan yang Indraprasta cipta niaga” kata NOV dalam Voice notenya.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, insyaallah pak ya, ieu mah insyaallah da rezeki mah tos aya ya, jadi ee memang tidak semudah yang di dubai pak, gitu kan, karena kan Oman kan disini mata uangnya pun dia besar sendiri, di dubai mah masih 4700 lah ya satu rupiahnya teh, satu itunya the, ai disini mah udah 46.000, jadi memang ga bisa semudah itu gitu ya, tapi inshaallah ini kan aku tadinya kan mau ngirim teh ke itu untuk ke USDT hari ini,kalau enggak ya udah masuk, tadinya teh bisa masuk ke rekening pribadi, ternyata tidak pak harus semuanya masuk ke rekening Perusahaan aku, dan alhamdulillah udah beres ya, nanti ee pertemuan ya pak ya, nuhun”. Ujarnya masih dalam voice note whatsapp nya.

Berdasarkan informasi lainnya, NOV dan FAR sudah membelanjakan sebagian uang itu dengan membeli barang-barang brandit yang ada diluar negeri, selain itu mereka dikabarkan menggunakan Sebagian uang tersebut untuk membeli saham Perusahaan dan salah satu hotel mewah.

Masyarakat berharap, agar pemerintah dan Aparat Penegak Hukum segera menjalankan tugas pokok dan fungsinya secara profesional dan transfaran, dengan secepatnya melakukan penyelidikan atas dugaan peristiwa ini. Dan berharap masalah ini ditangani sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku di negara yang kita cintai ini, TIM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *