Bandung, TJI – Para pelaku seni dan seniman menggelar acara diskusi critical faces yang di selenggarakan di Orbital art gallery Dago, Jalan Ranca Kendal no.7 Bandung. Minggu, (31 July 2022).
Sebagai pembicara diacara tersebut adalah Isa perkasa, Setiyoko Hadisutanto dan sebagai Moderatornya Rifky effendi.
Banyak pula pelaku seni dan seniman yang datang ke acara tersebut, mereka ingin berdiskusi dan menyampaikan aspirasinya tentang pemetaan seni rupa contemporer.
Mereka pun bersama salah satu kurator, beraspirasi untuk kalangan pemerintah agar lebih aware lagi terhadap para seniman dan pelaku seni dalam negeri ini.

Adapun aspirasi yang mereka utarakan, adalah ;
1. Para seniman dan kurator merasa prihatin karena di Indonesia sendiri tidak memiliki event yang dibiayai oleh negara. Padahal acara itu, mampu mengundang para seniman dunia. Sehingga, jika event tersebut terealisasikan akan menjadikan Indonesia terdepan dalam hal seni dan budaya.
Harapan para seniman adalah bagaimana caranya membangun satu event agar seluruh dunia dapat melihat bahwa seniman Indonesia bisa berkiprah di negerinya sendiri. Dan bisa mengartikulasikan gagasan yang sifatnya bisa menjadi isu internasional.

Sementara, seniman dan kurator Indonesia sendiri banyak diundang oleh penyelenggara event yang berkelas dunia. Misalnya saja, Tisna Sanjaya dan beberapa kurator lainnya pada saat event yang diadakan di Jerman.
Mereka pun mengungkapkan, artinya, seniman Indonesia sudah dilirik oleh dunia, dan disini yang sangat disayangkan, adalah kenapa kita tidak pernah menjadi tuan rumah untuk event dunia?.
2. Para seniman dan pelaku seni berharap memiliki Museum Seni Rupa, yang berisi Buku Sejarah tentang perkembangan seni di Indonesia. Hal itu diharapkan agar generasi penerus bangsa dapat membaca dan mengetahui bahwa perkembangan seni di Indonesia.
Dengan keberadaan Museum itu sendiri, pengetahuan mengenai seni ini akan terus berlanjut dari generasi ke generasi, manakala artefaknya bisa diketahui dan berada di museum tersebut.
Bahkan, para seniman juga berpesan, Indonesia itu janganlah terlalu tertinggal dan harus membuktikan bahwa Indonesia mampu menjadi yang terdepan. Oleh karna itu, mereka pun membutuhkan infrastruktur yang baik serta dukungan yang layak dari pemerintah. Hal itu dilakukan supaya para seniman dan pelaku seni di Indonesia bisa diakui, baik didalam negerinya sendiri maupun tingkat internasional.
Terdengar juga para seniman dalam acara itu kompak bersuara, “Hidup seniman Indonesia”. (Yety)
