Hotel Majapahit Surabaya yang Diselimuti Misteri : Saksi Bisu dari Sejarah Perjuangan yang Dibalut Nuansa Mistis yang Kental

Misteri, Hotel Majapahit Surabaya, sebuah ikon bersejarah yang tak hanya menjadi tempat bersejarah di tengah kota Surabaya tetapi juga menyimpan kisah mistis yang memikat.

Dalam dekade terakhir, hotel ini telah menjadi saksi bisu dari peristiwa-peristiwa bersejarah dan misterius yang melekat pada sejarah Indonesia.

Mari kita menjelajahi Hotel Majapahit Surabaya sebagai saksi misterius dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Hotel Majapahit Surabaya

Sejarah Panjang Hotel Majapahit Surabaya

Hotel Majapahit Surabaya, awalnya didirikan pada tahun 1910 oleh seorang berkebangsaan Armenia, Lucas Martin Sarkies.

Pada tahun 1911, hotel ini mulai beroperasi dengan nama Hotel Oranje.

Seiring berjalannya waktu, bangunan ini mengalami sejumlah perubahan seiring dengan peristiwa-peristiwa bersejarah di Indonesia.

Saat pendudukan Jepang, Hotel Oranje berganti nama menjadi Hotel Yamato dan dijadikan penjara wanita dan anak-anak Belanda sebelum dikirim ke kamp di Jawa Tengah.

Pada tahun 1945, saat Indonesia merdeka, hotel ini berganti nama menjadi Hotel Merdeka untuk mengenang perjuangan Arek-Arek Suroboyo.

Peristiwa heroik pun terjadi pada tanggal 19 September 1945, ketika Arek-Arek Suroboyo mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang hampir direbut kembali oleh Belanda.

Kesederhanaan di Balik Kemewahan

Hotel Majapahit Surabaya, meskipun memegang predikat bintang lima, terkenal dengan kesederhanaannya.

Di dalamnya, terdapat foto-foto sejarah yang mencerminkan perubahan nama dan peristiwa penting yang melibatkan hotel ini.

Seiring dengan sejarahnya yang kaya, hotel ini juga terkenal dengan kisah-kisah mistis yang mengitarinya.

Cerita Mistis yang Mengelilingi Hotel Majapahit Surabaya

Para pegawai hotel melarang pengunjung untuk berjalan di koridor pada malam hari karena seringkali terjadi penampakan hantu orang-orang Belanda yang sedang berpesta.

Beberapa cerita mistis melibatkan penampakan hantu anak kecil Belanda di teras atas ruangan lobi hotel, serta penampakan hantu wanita dengan gaun putih yang sering muncul di restoran dengan kepala miring ke kiri.

Di area kolam renang hotel, seringkali muncul penampakan kepala hantu tanpa tubuh.

Namun, di antara semua cerita mistis ini, kisah sejarah nyata yang paling menarik terkait dengan Hotel Majapahit Surabaya adalah kamar nomor 33.

Kamar ini pernah dijadikan pusat komando tentara Belanda, dan di sinilah tokoh Arek Suroboyo, Roeslan Abdul Gani, meminta penjelasan mengapa bendera Belanda berkibar di hotel tersebut. Aksi heroik perobekan bendera Belanda terjadi di kamar ini.

Kembali ke Hotel Majapahit Surabaya : Monumen Sejarah dan Cerita Hidup

Roeslan Abdul Gani, atau yang akrab dipanggil Cak Roes, adalah saksi hidup dari peristiwa bersejarah tersebut.

Pada tahun 1998, Cak Roes kembali ke Hotel Majapahit untuk memasang plakat bersejarah aksi perobekan bendera yang kini berdiri sebagai monumen bersejarah di depan hotel.

Jadi, selain cerita mistisnya, Hotel Majapahit juga menyimpan jejak-jejak perjuangan kemerdekaan Indonesia yang patut dihormati.

Kesimpulan: Kesatuan Antara Sejarah dan Mistis di Hotel Majapahit Surabaya

Hotel Majapahit Surabaya bukan hanya tempat menginap yang mewah, tetapi juga saksi bisu dari perjalanan berliku menuju kemerdekaan Indonesia.

Melalui segala kisah mistis dan peristiwa sejarahnya, hotel ini terus menjadi destinasi yang menarik bagi para wisatawan yang ingin merasakan atmosfer kaya sejarah dan nuansa magis yang menyelimutinya.

Mungkin, Hotel Majapahit Surabaya adalah tempat di mana kesatuan antara sejarah dan dunia mistis terwujud, menciptakan pengalaman yang tak terlupakan bagi setiap pengunjungnya. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *