Buta baca Al-Qur’an di Indonesia masih menjadi masalah serius, dengan perkiraan sekitar 72,25% umat Islam tidak bisa membaca Al-Qur’an. Ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kurangnya akses pendidikan, kurangnya minat, dan juga masalah ekonomi. Namun, ada upaya untuk mengatasi masalah ini, seperti melalui program pendidikan baca Al-Qur’an dan pemberian Al-Qur’an gratis

Penyebab Buta Baca Al-Qur’an:
- Kurangnya Akses Pendidikan:Banyak masyarakat yang tidak memiliki akses ke pendidikan formal yang memadai, termasuk pendidikan Al-Qur’an.
- Kurangnya Minat:Beberapa orang mungkin tidak memiliki minat untuk belajar membaca Al-Qur’an, baik karena kurangnya kesadaran akan pentingnya, maupun karena merasa malu untuk belajar.
- Masalah Ekonomi:Keterbatasan ekonomi dapat menjadi penghalang untuk mengakses pendidikan atau membeli buku Al-Qur’an.
- Faktor Lingkungan:Beberapa faktor lingkungan, seperti jarak ke tempat belajar atau kurangnya dukungan dari keluarga, juga dapat menghambat upaya belajar membaca Al-Qur’an.
Dalam rangka mengurangi buta baca al-qur’an dan persiapan bulan suci ramadhan yang semakin dekat kecamatan rancasari melakukan rapat persiapan untuk memberantas buta baca al-qur’an.
