LEUWIDULANG — Suara kendang berpagut dengan seruling Sunda membahana di halaman Masjid Jami Al-Ikhlas, Kampung Leuwidulang RW 13, Desa Rancamulya, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung. Di bawah naungan langit Agustus, deretan pesilat muda dari Paguron Gadjah Putih Mega Paksi Pusaka (GPMPP) Putra Layang Pusaka berdiri tegap. Hari itu, perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81 tak sekadar diisi gelak tawa perlombaan, tetapi juga pemaknaan mendalam atas warisan leluhur.
Tema “Semangat Kemerdekaan Diwujudkan dengan Ngamumule Seni dan Budaya” bertransformasi menjadi aksi nyata. Lewat setiap jurus yang diperagakan, para pesilat muda membuktikan bahwa melestarikan budaya adalah bentuk tertinggi dari rasa cinta tanah air.
Ketua Paguron GPMPP Putra Layang Pusaka, Kang Jajang Nurdiansyah, menyampaikan bahwa gelanggang pencak silat adalah kawah candradimuka untuk menempa karakter.

“Pencak silat bukan hanya tentang bagaimana kita membela diri, melainkan tentang membentuk mentalitas: disiplin, berani, bertanggung jawab, dan menghormati tradisi. Melalui momentum HUT RI ke-81 ini, kami ingin memastikan budaya Sunda tetap menjadi tuan rumah di tanahnya sendiri,” tegas Kang Jajang.
Keberhasilan gelaran ini menjadi bukti nyata kuatnya tali gotong royong di Kampung Leuwidulang. Kang Jajang memberikan apresiasi mendalam kepada seluruh murid yang berlatih tanpa kenal lelah, serta para orang tua yang konsisten memberi ruang bagi anak-anak mereka untuk mencintai seni tradisi.
Ungkapan terima kasih juga dialamatkan kepada Ketua RW 13, Bapak Asep Sujana beserta jajaran, Karang Taruna RW 13, tokoh masyarakat, para sesepuh, hingga donatur yang bahu-membahu menyokong acara ini hingga berlangsung sukses dan khidmat.

Menjaga Api Tradisi Tetap Menyala
Pentas di halaman masjid ini menyiarkan pesan kuat: kemerdekaan yang sesungguhnya adalah ketika generasi penerus tak kehilangan jati dirinya. Di tengah gempuran arus modernisasi, keberadaan paguron seperti GPMPP Putra Layang Pusaka menjadi benteng pertahanan bagi kebudayaan lokal.
Melalui komitmen “Ngamumule Seni dan Budaya”, gelanggang pencak silat ini akan terus terbuka luas untuk menempa tunas-tunas muda yang bangga akan identitas Pasundan.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81! Merdeka! Ngamumule Budaya Sunda, Ngajaga Silaturahmi, Ngawangun Kebersamaan.
