Surat Al Waqiah Artinya Hari Kiamat, Jadi Amalan Pembuka Pintu Rezeki?

Bandung – Sudah sangat masyhur surat Al-Waqiah dijadikan amalan untuk membukakan pintu rezeki. Banyak Muslim mendapatkan anjuran dari para ulama agar mengamalkan Al-Waqiah ketika menghadapi kesulitan ekonomi.

Padahal Al-Waqiah memiliki arti hari kiamat. Mengapa Al-Waqiah yang memiliki arti hari kiamat bisa menjadi sangat masyhur sebagai amalan pembuka pintu rezeki?.

Guru Besar UIN Sunan Kalijaga bidang Ilmu Tafsir Prof Sahiron Syamsuddin mengatakan Al-Waqiah memang diamalkan banyak orang. Salah satu harapannya agar diberikan rezeki yang lebih baik dari Allah. Hal tersebut berdasarkan beberapa riwayat hadits.

Diriwayatkan dalam biografi Abdullah ibn Mas’ud, seorang sahabat besar Nabi Muhammad Saw., bahwa ketika Abdullah sakit (yang karena beliau wafat), Utsman ibn Affan menjenguknya. Lalu terjadilah dialog antara dua sahabat tersebut.

Ustman: “Apa yang engkau keluhkan?”

Abdullah: “Dosa-dosaku.”

Ustman : “Apa yang engkau harapkan?”

Abdullah: “Rahmat Tuhanku.”

Ustman: “Perlukah saya memerintah (seseorang) untuk mengundang seorang dokter untukmu?”

Abdullah: “Dokter sudah mengobatiku.”

Ustman: “Perlukah saya memerintah (seseorang) untuk memberikan sesuatu untukmu?”

Abdullah: “Saya tidak memerlukannya.”

Ustman: “Barangkali saja sesuatu itu bermanfaat bagi anak-anak perempuanmu setelah kamu nanti.”

Abdullah: “Apakah engkau mengkhawatirkan kemiskinan atas anak-anakku? Sesungguhnya saya memerintahkan mereka membaca Surat al-Waqiah setiap malam. Sungguh saya mendengar Rasulullah bersabda: “Barangsiapa membaca Surat al-Waqiah setiap malam, maka dia tidak akan jatuh pada kemiskinan.”

Prof Sahiron mengatakan atas dasar sabda Rasulullah dalam percakapan dua sahabat tersebut, surat Al-Waqiah juga mempunyai keutamaan melapangkan rezeki. Meskipun Al-Waqiah banyak membicarakan tentang Hari Kiamat, namun sebagian ayat-ayatnya berbicara tentang kenikmatan dari Allah SWT.

“Coba perhatikan ayat 63-76, ayat-ayat tersebut membicarakan bahwa Allah itu sumber kenikmatan dan kebahagiaan,” ujar Prof Sahiron kepada wartawan, Kamis (28/12/2023).

Sayyid Muhammad bin al-Alawy al-Maliki al-Hasani dalam karyanya Abwab al-Farah menyebutkan bahwa keutamaan dari Al-Waqiah adalah menarik rezeki. Dan dalam riwayat dari Ibnu Mas’ud yang dinukilkan oleh Abu ‘Ubaidah dalam Fadhail, Ibn ad-Dharis, al-Harits bin Abi Usamah, Abu Ya’la, Ibn Mardawaih, dan al-Baihaqi dalam Sya’b al-Iman menyebutkan hadis Rasulullah SAW yang berbunyi,

”Barang siapa yang membaca surah al-Waqiah tiap malam, ia tak akan terjangkit kemiskinan selamanya.”

Dalam buku Kumpulan Doa-Doa terbitan Kementerian Agama disebutkan tentang anjuran membaca doa di saat ikhtiar mencari rezeki sulit didapat. Doa ini merupakan doa yang dibaca Nabi Muhammad SAW.

Berikut lafadznya.

Doa Agar Rezeki Lancar

بِسْمِ اللهِ عَلَى نَفْسِي وَمَالِي وَدِيْنِيْ. اَللَّهُمَّ رَضِّنِيْ بِقَضَائِكَ، وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا قُدِّرَ لِيْ حَتَّى لَا أُحِبَّ تَعْجِيْلَ مَا أَخَّرْتَ وَلَا تَأْخِيْرَ مَا عَجَّلْتَ

“Bismillahi ala nafsi wa mali wa dini. Allahumma Raddhini bi qada’ika, wa barik li fi ma quddira li hatta la uhibba ta’jila ma akhkharta wa la ta’khira ma ‘ajjalta.”

Yang artinya, “Dengan nama Allah yang menguasai diri, harta, dan agamaku. Tuhanku, kondisikan batinku agar rela menerima ketentuan-Mu. Berkatilah aku pada semua yang ditakdirkan untukku sehingga aku enggan menyegerakan apa yang Kautunda dan enggan menunda apa yang Kausegerakan.” ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *