DPRD Kota Bandung Minta Edukasi Bencana Disesuaikan Peta Risiko Tiap Wilayah

BANDUNG — Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Christian Julianto Budiman, menekankan pentingnya efektivitas materi sosialisasi bencana yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung. Ia mendorong agar edukasi mitigasi tidak diseragamkan, melainkan diselaraskan dengan pemetaan potensi ancaman di setiap kawasan.

Christian menilai materi sosialisasi perlu lebih variatif dan tidak sebatas berfokus pada banjir. Ancaman bencana lain, seperti gempa bumi hingga insiden pohon tumbang, juga perlu dibekalkan secara terukur kepada warga.

Pernyataan ini ia sampaikan dalam diskusi talk show bertajuk “Sosialisasi Bencana di Kota Bandung: Warga Sudah Siap atau Baru Diingatkan saat Bencana?” yang digelar di Studio Garuda TV, Bandung, Jumat (16/10/2026).

Menurutnya, kawasan yang tidak memiliki riwayat banjir lebih tepat disasar dengan simulasi menghadapi gempa bumi—seperti teknik merunduk, cara melindungi kepala, memanfaatkan meja yang kokoh untuk berlindung, serta menjauhi material kaca.

Gencarkan Edukasi Tas Siaga Bencana dan Pemetaan Presisi

Selain kesiapan teknis saat bencana, Christian menggarisbawahi pentingnya edukasi mengenai Tas Siaga Bencana. Ia menyebut masyarakat perlu dibiasakan menyiapkan perlengkapan darurat mandiri di rumah masing-masing.

“Tas siaga tidak harus mahal atau bermerek, yang terpenting fungsinya dapat memenuhi kebutuhan mendesak saat situasi darurat,” ujar Christian.

Data pemetaan wilayah rawan bencana milik BPBD dinilai harus menjadi rujukan utama penyusunan materi. Dengan pendekatan berbasis data ini, pesan mitigasi yang disampaikan di tiap wilayah akan menjadi lebih relevan dan tepat sasaran.

Dorong Edukasi Kebencanaan Masuk Sekolah

Lebih jauh, Christian menegaskan bahwa program edukasi dan pengawasan di lapangan harus berjalan beriringan agar tidak terhambat oleh kelalaian atau perilaku warga yang menambah risiko bencana. Penguatan mitigasi memerlukan kesiapan infrastruktur, data yang akurat, serta keterlibatan aktif masyarakat.

Untuk memaksimalkan jangkauan informasi, ia mendorong kerja sama interaktif antarlembaga. Salah satu langkah konkretnya adalah menggandeng Dinas Pendidikan agar materi mitigasi bencana dapat disisipkan ke dalam kurikulum sekolah, sekaligus merangkul tokoh masyarakat dan perangkat daerah untuk menyebarkan informasi hingga ke tingkat RT/RW.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *