Headline Media Diberbagai Dunia Yang Mempermalukan Amerika Terkait Kerusuhan Di Capitol Hill

Penyerbuan Capitol Hill oleh pendukung Donald Trump pada Rabu (6/1/2021) mendominasi headline mayoritas surat kabar di seluruh dunia. Judul-judul tajuk utama juga dibuat membara seperti “Trump membakar Washington”, “Demokrasi di bawah pengepungan”, dan “Kudeta kegilaan”.

Sebagian besar media internasional langsung menyalahkan Trump, menuduhnya telah mendorong terjadinya kekerasan sebagaimana dilansir dari AFP, Kamis (7/1/2021). Salah satu medua di Inggris, The Times, menulis judul tajuk utama berbunyi “Pendukung Trump menghantam jantung demokrasi Amerika”.

The Times juga melaporkan bahwa anggota Partai Demokrat dan Partai Republik sama-sama memakai masker gas dan berlindung di bawah meja dan staf bersembunyi di kantor. The Daily Telegraph juga membuat headline berjudul “Demokrasi di bawah pengepungan”.

Media itu melaporkan adanya aksi kekerasan dan kekacauan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Washington saat gerombolan pendukung Trump menyerbu Capitol Hill. The Guardian turut melaporkan bahwa insiden itu mewakili tantangan paling dramatis bagi sistem demokrasi AS sejak perang saudara.

Hari yang memalukan “Kekacauan” dan “rasa malu” adalah kata-kata yang muncul berulang kali di surat kabar utama Eropa. Die Welt memuat editorial oleh korespondennya, Clemens Wergin, dengan judul “Hari memalukan bagi demokrasi Amerika”.

“AS telah mengalami kudeta kekerasan tentatif pertamanya”, tulis Wergin. Dia menambahkan bahwa presiden, kebohongannya, dan partai Republik yang tidak berdaya bertanggung jawab secara politik.

Suddeutsche Zeitung, mempublikasikan headline berjudul “Kudeta kegilaan” dan juga melaporkan tentang “rasa malu Washington”. Sementara di Spanyol, media El Pais menulis bahwa Trump telah mendorong kekacauan.

massa yang berusaha menduduki capitol hill

Surat kabar harian asal Italia, La Repubblica, melangkah lebih jauh karena menghubungkan insiden itu dengan kenaikan diktator Italia Benito Mussolini ke tampuk kekuasaan pada 1920-an. “Amerika – seluruh Amerika – menyaksikan dengan ngeri saat padanan The March on Rome berlangsung di Washington melalui siaran langsung televisi – invasi Capitol, serangan terhadap kesakralan demokrasi itu sendiri,” bunyi artikel di La Republicca yang ditulis oleh Mario Platero.

Sementara itu, La Corriere della Serra menguliti profil Proud Boys yang mendukung Trump. “Trump: a strategy of chaos” adalah tajuk halaman depan harian Liberation dari Perancis yang kemudian memperkuat poin di halaman dalamnya dengan judul “Trump membakar Washington”.

“Serangan Donald Trump terhadap demokrasi Amerika menjadi konkret dan juga simbolis pada Rabu, ketika para pendukungnya, yang sangat marah dengan pidatonya, berhasil masuk ke Capitol,” tulis artikel itu.

Terorisme Di Le Figaro, kolumnis Philippe Gelie mengkritik Trump habis-habisan dengan menyebutnya menganiaya institusi, menginjak-injak demokrasi, membagi kampnya, dan membuang kepresidenannya ke dalam parit.

Media asal Brasil, O Globo, melaporkan bahwa AS telah jatuh ke tingkat negara-negara Amerika Latin. “Sasarannya adalah Capitol, bukan Menara Kembar, tapi ini juga terorisme,” tulis Eliane Cantanhede di O Estado de S Paulo, surat kabar Brasil lainnya. “Terorisme domestik, internal, terhadap Capitol, api dikobarkan oleh Presiden Donald Trump sendiri,” imbuh Cantanhede.

Harian asal Mesir, Al-Ahram, menulis bahwa insiden penyerbuan Capitol Hill merupakan kejadian yang memalukan. Penyerbuan itu dinilai Al Ahram menunjukkan demokrasi AS yang menjadi korban, kematian kebebasan, dan anjloknya nilai-nilai yang terus-menerus dicoba untuk diekspor ke seluruh dunia dan digunakan sebagai alasan untuk ikut campur dalam urusan negara lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *