Kabupaten Sumedang, TJI – Rapat Laporan Pertanggungjawaban APBDesa Nyalindung, Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang dilaksanakan di GOR samping Desa. Jumat, (23 april 2021), sekitar pukul 13:00 WIB.

Dalam rapat tersebut dihadiri oleh berbagai lapisan warga, mulai dari pria, wanita dan tokoh masyarakat serta pemuda yang ada didesa itu.
Pada rapat tersebut merupakan kelanjutan dari aksi warga yang menyegel kantor Desa beberapa minggu lalu. Seperti yang diberitakan sebelumnya ; https://timesjurnalis.id/2021/04/05/kepala-desa-dianggap-kurang-transfaran-dan-banyak-pelanggaran-warga-geruduk-dan-segel-kantor-desa-nyalindung-kecamatan-cimalaka-kabupaten-sumedang/

Tampak terlihat hadir Kepala Desa, Budi Yanto S.Pd yang mana pada beberapa waktu lalu tidak pernah ada setiap warga masyarakat ingin menemui dan meminta duduk bersama untuk musyawarah terkait beberapa persoalan dan dianggap tidak transparannya dari kinerja Kepala Desa dalam hal menjalankan roda pemerintahan di Desanya.

Rapat tersebut dijembatani oleh pihak BPD. Akan tetapi, berdasarkan kabar, Ketua BPD Desa tersebut masih baru menjabat. Sehingga perannya belum maksimal dan belum memahami polemik secara detail yang terjadi didesa tersebut.
Rapat itu dibuka oleh Kepala Desa, lalu diteruskan dengan pembacaan hasil laporan kinerja pelaksanaan oleh Sekertaris Desa. Setelah Sekdes selesai menyampaikan laporan, ada salah seorang warga yang langsung protes, karena sebagian warga menganggap bahwa laporan yang baru saja disampaikan sulit untuk diterima dan dimengerti.
Warga pun meminta salinan laporanya untuk dibagikan supaya warga bisa melihat dan mempelajari secara detal dari laporan itu.
Akan tetapi, pihak BPD langsung menyetujui dan menerima laporan hasil kinerja pelaksanaan APBDesa nyalindung tahun anggaran 2020 itu dan untuk ditandatangani .
Akibat sikap dari BPD, menambah ketidakpuasan warga yang dari awal menolak laporan kinerja tersebut. Warga pun kecewa, apalagi Kepala BPD baru menjabat dan belum mempelajari dari isi laporan pertanggungjawaban itu.
Selama rapat berlangsung, terlihat kepala desa hanya diam dan duduk diposisinya , disisi lain Kepala BPD terus di cecar protes oleh warga selama rapat berlangsung.
Ini adalah kesekian kali musyawarah warga yang menuntut laporan pertanggungjawaban kepala desa, dan baru kali ini dihadiri oleh Kadesnya.
Hingga rapat berakhir, Warga yang hadir tetap menolak dengan tegas hasil laporan kinerja pelaksanaan APBDesa tahun anggaran 2020 itu. **Oki**
