Bandung, TJI – Pada akhir April lalu, belasan kawula muda bertandang ke Kebun Serenity Farm di Kampung Cikerojaso, Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Ini bukan kunjungan wisata, melainkan cara belajar yang menyenangkan
tentang seluk-beluk pengelolaan kebun. Lantaran para kawula muda
itu merupakan peserta Pelatihan Asisten Kebun yang dihelat oleh Balai Latihan Kerja (BLK) Lembang.
Serenity Farm merupakan salah satu perusahaan agribisnis yang berlokasi
di Lembang. Jarak lokasinya sekitar 8,3 km atau 20 menit perjalanan dari BLK Lembang. Kini Serenity Farm sudah memiliki puluhan mitra petani di Lembang.
Produk unggulan mereka seperti Baby Buncis Kenya saat ini sudah menembus pasar ekspor ke Singapura. Sementara Bayam Horenzo, Beetroot, dan Tomat Beef sudah tersebar di berbagai supermarket di Jawa Barat.
Field trip yang diikuti peserta pelatihan Asisten Kebun memberikan banyak manfaat. Mereka dapat belajar bagaimana mengelola kebun sayuran, meningkatkan kualitas dan kuantitas dari produk sayuran, serta meningkatkan ekonomi pertanian yang kreatif, mandiri dan modern.
Sejak 24 Maret 2021, 16 peserta Pelatihan Asisten Kebun ini mulai belajar dan berlatih menjadi pengelola kebun yang handal. Mereka lolos seleksi dari puluhan pendaftar yang berminat mengikuti pelatihan ini.
Kepala BLK Lembang, Tuti Haryanti mengungkapkan, peminat calon peserta pelatihan ini sangat banyak. Dari 68 orang pendaftar yang mengikuti seleksi, tersaring 16 orang.

“Mereka berasal dari Bandung Raya dan Kabupaten Belitung Timur,” katanya.
Menurut Tuti, hadirnya peserta dari Belitung Timur, karena adanya kerjasama antara BLK Lembang dengan Pemerintah Daerah kabupaten Belitung Timur. Kerjasama itu nota kesepahamannya dilakukan awal Maret 2021 lalu.
“Kerjasama dilakukan dalam rangka mengembangkan sumber daya manusia (SDM) Belitung Timur. Agar mereka bisa memiliki keahlian, kompeten dan berdaya saing,” imbuhnya.
Maka pada Program Pelatihan Asisten Kebun ini, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur mengirimkan pesertanya. Bahkan, para peserta dari Belitung Timur ini merupakan para pekerja yang telah berkiprah di beberapa perkebunan.
“Mereka memperdalam lagi ilmunya di BLK Lembang agar bisa diterapkan
dengan baik di perusahaannya,” papar Tuti.

Pelatihan Asisten Kebun yang diselenggarakan oleh BLK Lembang sendiri berlangsung selama 10 bulan. Dimana selama tujuh bulan para peserta
mengikuti pelatihan di BLK Lembang, kemudian tiga bulan berikutnya magang diperusahaan.
Pelatihan Asisten Kebun ini merupakan program pelatihan baru level teknisi yang digelar BLK Lembang. Agar program ini
berjalan dengan baik sesuai targetnya yaitu mencetak SDM level teknisi (mandor) yang siap bekerja di industri perkebunan atau pertanian, diperlukan persiapan yang baik.
Sebelum menggelar palatihan, BLK Lembangi melakukan virtual meeting
dengan Direktorat Bina Pelatihan Vokasi & Pemagangan, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Belitung Timur dan beberapa perusahaan calon tempat pemagangan peserta pelatihan asisten kebun.
Dalam meeting tersebut, dibahas soal kesiapan perusahaan menjadi
tempat magang peserta pelatihan dan mematangkan kurikulum asisten kebun.
“Sehingga ketika pelatihan dilaksanakan, semua aspek telah siap agar tujuan pelatihan tercapai secara optimal,” pungkas Tuti.
Semangat Pejuang Muda
Persiapan optimal yang dilakukan BLK Lembang dalam menggelar Pelatihan Asisten kebun disambut antusias oleh para calon peserta. Semangat luar biasa ini ditunjukkan oleh para pejuang seleksi Program Teknisi Ahli Asisten Kebun. Beberapa dari calon peserta berasal dari luar Bandung, seperti Garut, Purwakarta dan lain-lain.
Mereka berani berkorban untuk bisa ikut seleksi walau harus menginap disekitaran BLK Lembang. Begitu pula dalam proses pelatihan Asisten Kebun yang berdurasi 10 bulan ini. Karena pesertanya ‘tidak diasramakan’ atau Nonboarding.
Semangat perjuangan ini terpancar dari wajah salah satu pejuang seleksi
Asisten Kebun dati Purwakarta, Darul Irfan. Dia punya keyakinan bahwa
pelatihan ini bisa membawa mereka punya kesempatan yang lebih baik
kedepannya terutama di bidang Pertanian di era modern masa kini.
“Saya berminat mengikuti Pelatihan Asisten Kebun di BLK Lembang ini untuk memperdalam ilmu dan apengetahuan dalam bidang pertanian. Dan
mendapatkan peluang lebih besar dalam mendapatkan pekerjaan. Dengan modal tekad, niat, dan doa orang tua,” paparnya
Peran Penting Asisten Kebun
Dalam industri perkebunan, salahsatu kunci kesuksesannya ada di tangan
Asisten Kebun. Di perkebunan kelapa sawit misalnya, produksi kebun kelapa sawit tergantung pada kiprah asisten kebun. Artinya mereka harus sering melakukan kontrol.
Dan kontrol yang dilakukannya bukan hanya naik sepeda motor saja lalu
mengecek dari pinggir jalan. Tetapi juga berjalan kaki memasuki blok demi blok sehingga mengetahui kondisi setiap pokok tanaman kelapa sawit. Tanaman itu jika dirawat dengan baik dan dengan kasih sayang, tentu akan menghasilkan produksi yang baik pula. Jika dibiarkan terlantar tentu akan membuat tanaman menderita dan hasilnya menjadi rendah, disini peran
asisten kebun sangat menentukan.
Selain sebagai pemimpim formal dia juga menjadi patron tempat karyawan
meminta pendapat atau nasehat dalam permasalahan pekerjaan maupun
dalam kaitan dengan hubungan sosial. Permasalahan rumah tangga, perselisihan dengan tetangga atu konflik suami istri juga juga sering dikonsultasikan dengan asisten kebun. Terkadang mereka harus turun tangan langsung menyelesaikannya.
Asisten kebun berhubungan secara langsung dengan pengambilan keputusan dan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh manajemen untuk dilaksanakan secara operasional oleh seluruh bawahannya, menentukan kwantitas maupun kwalitas hasil kerja dalam satu perkebunan.
Dengan segudang masalah yang dihadapinya, dibutuhkan asisten kebun
yang tangguh. Setidaknya asiten kebun harus memiliki empat karakter.
Pertama, berbadan sehat. Hal ini sangat penting lantaran untuk melakukan
pekerjaan apapun berbadan sehat menjadi mutlak diperlukan. Apalagi pekerjaan asisten kebun secara fisik sangat memerlukan kondisi kesehatan yang prima. Karena seorang asisten kebun bekerja mulai dari sebelum matahari terbit dan pulang setelah matahari tenggelam.
Kedua, bermental kuat. Pekerjaan asisten kebun banyak berinteraksi dengan karyawan dalam jumlah banyak, sehingga diperlukan mental yang kuat. Karena yang diatur adalah karyawan dengan tingkat pendidikan yang beragam, sehingga apabila asisten kebun memiliki mental lemah dipastikan bakal sulit mengatur karyawan guna mencapai target.
Ketiga, berhati lembut. Sebenarnya ini adalah kekuatan yang bisa menundukkan karyawan sehingga relatif lebih gampang diatur. Karyawan akan lebih mudah dikendalikan bila Asisten kebun tidak menggunakan cara yang keras. Bahkan cara yang keras akan membuat karyawan tidak melaksanakan perintah. Kalaupun dilaksakan hanya sekedar melaksanakan perintah sehingga hasilnya tidak maksimal.
Keempat, berotak bisnis. Ini sangat diperlukan untuk staf perusahaan dimana saja. Seorang staf yang termasuk manajerial maka dalam melaksanakan tindakan pekerjaannya harus dipertimbangkan apakah pekerjaan ini akan memberikan keuntungan, baik jangka pendek atau jangka panjang. ***
