Kota Bandung, TJI – Maraknya penyakit masyarakat berupa transaksi prostitusi yang dilakukan melalui aplikasi Michat (Prostitusi Online) dan sering dilakukan di Hotel, Apartement serta Kos-kosan menjadi masalah yang pelik di masyarakat, juga menjadi masalah yang sulit tertangani oleh pemerintah.

Fenomena ini memang bisa disebabkan karena desakan ekonomi dan tuntutan gaya hidup sehingga menjadi faktor yang menyebabkan para pelaku terjerumus prostitusi.
Hal ini dikeluhkan juga oleh tokoh dan masyarakat yang berada di wilayah Kecamatan Cibeunying Kaler, mengingat diwilayahnya banyak terjadi prostitusi dan dilakukan di hotel-hotel yang berada diwilayah tersebut, tepatnya di Jalan Surapati. No 235, Cibeunying Kaler, Bandung, Jawa Barat.
Masyarakat merasa hal ini akan membahayakan dan fenomena yang cukup meresahkan. Namun, mereka masih bingung untuk melakukan tindakan, mengingat para pejabat serta pihak aparatur belum melakukan tindakan.
Prostitusi yang diduga dilakukan lewat Aplikasi Michat itu, dan terjadi di hotel atau penginapan yang ada diwilayah itu, dan diduga salah satunya sering terjadi di Hotel Amalio. Diduga sudah lama terjadi dan membuat masyarakat makin resah.
Sehingga mereka mencoba mengeluhkan ke Forum Jurnalis Nusantara (FJN) dan Forum Media Indonesia Bersatu (FMIB). Dan saat salah satu media yang berada dibawah forum tersebut, yakni Media Times Jurnalis Indonesia (TJI) mencoba mengkonfirmasi terhadap pihak hotel.
“Kami jujur merasa resah dan gak nyaman, dan kami tahu hal ini sudah lama terjadi, dan seolah dianggap kami tidak tahu dan anehnya seolah tidak jadi masalah oleh pemerintah. Semoga dengan naik dibanyak Media dan Viral, masalah penyakit masyarakat ini akan ada tindakan dari pemerintah. Karena tak bisa dipungkiri hal ini mengotori dan membahayakan daerah kami, juga bahaya bagi warga kami serta generasi muda diwilayah kami”, ujar salah satu perwakilan warga setempat yang enggan disebutkan nama dan identitasnya.
Saat awak Media Times Jurnalis Indonesia mencoba konfirmasi dan didampingi Ormas Laskar Banten DPC Kota Bandung serta DPAC Cibeunying Kaler ke Hotel Amalio, namun pihak hotel yang kebetulan diterima langsung oleh managernya. Akan tetapi pihak management hotel itu hanya menagajak bicara direcepcionis dan meminta agar konfirmasinya melalui surat saja.
“Jika mau konfirmasi, harus melalui surat saja”, ungkap Manager di hotel tersebut.
Namun setelah dikonfirmasi melalui surat, hingga berita ini diturunkan, sama sekali tidak respon atau jawaban dari pihak management ataupun pemilik Hotel Amalio tersebut. **TJI**
