Makasar, Sulawesi Selatan – Salah satu warga Deppasawi Dalam keluhkan hasil pengerjaan proyek Bentonisasi milik Dinas Pengerjaan Umum (PU) Makassar yang nilainya cukup fantastis.
Warga tersebut sesalkan hasil pengerjaan tersebut lantaran proyek yang diharapkan bermanfaat untuk masyarakat namun dirinya tidak merasakan manfaatnya.
“Ini proyek kan bertujuan memperbaiki fasilitas umum warga agar aktivitasnya tidak terhambat lagi dan dipastikan ditanggung oleh pemerintah kota (pemkot), hal hasil kami selaku warga harus keluarkan uang untuk memperbaiki jalan yang kami lalui untuk masuk ke rumah karena pengerjaan proyek ini tidak mengecor laluan untuk kami” ujar warga yang ditemui di lokasih inisial M, Rabu (03/01/2024).
Anggaran Proyek Bentonisasi milik PU Makassar diketahui sebesar Rp. Rp.1.443.835.500, yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja Daerah (APBD).

“anggaran miliaran namun hasilnya tidak memuaskan, kuat dugaan banyak oknum-oknum yang bermain, apalagi kita tahu akhir tahun pasti semuanya berlomba-lomba habiskan anggaran agar bisa mencapai target tahunan” ungkap M dengan nada suara kesal.
Tak hanya M, namun pengguna jalan tersebut sangat kesal lantaran jalan yang dulunya bisa dilalui dua kendaraan roda empat namun setelah dilakukan rehab oleh PU Makassar kini tidak bisa lagi.
“Manfaatnya dimana coba, malahan menghambat aktivitas kami sebagai warga yang memiliki mobil, saya harap PU Makassar sebelum memutuskan proyek rehab jalan alangkah baiknya dipikir matang-matang dianalisa baik-baik agar proyek tersebut bermanfaat untuk masyarakat” ujar AD.

Masih ditempat yang sama, dari pantauan awak media yang memperlihatkan warga yang sedang mengerjakan jalan jalur masuk ke rumahnya.
Terpisah, keluhan masyarakat terkait hasil pengerjaan proyek Bentonisasi milik PU Makassar, ditanggapi oleh salah satu aktivis pegiat anti korupsi.
“Tim investigasi Pukat sudah kroscek di lokasih, memang keadaan hasil pengerjaan proyek tersebut sangat amburadul, kuat dugaan anggaran proyek tersebut mengalir salah, secara logika proyek tersebut anggaran pengerjaan proyek itu hanya menghabiskan kurang lebih 800 juta” terang Direktur Lembaga Pusat Kajian Advokasi Anti Korupsi Sulawesi Selatan (PUKAT Sulsel), Farid Mamma, SH, MH melalui via telpon whatsapp, Rabu (03/01).
Lebih lanjut kata beliau, “saat ini tim akan melakukan rapat terlebih dahulu untuk membahas beberapa proyek milik PU Makassar yang terindikasi bermasalah karena kuat dugaan proyek yang saat ini di investigasi kuat dugaan tidak sesuai speknya dan beberapa pengerjaannya amburadul asal jadi, kami akan menyurati Dinas PU Makassar meminta data beberapa proyek yang terindikasi bermasalah, kami akan juga melayangkan somasi ke Rekanan yang mengerjakan proyek tersebut kami sudah mengantongi nama-nama perusahan sebagai rekanan” tegas Farid sapaan akrab Direktur Pukat Sulsel.
Diketahui Proyek jalan beton milik Dinas PU Makassar yang terletak di Jalan Deppasawi Dalam dikerjakan oleh CV. Timur Persada Mandiri.
Dengan NOMOR SURAT PESANAN : 39/KONT/JALKOT/BJJ-DPU/X/2023
BIAYA: Rp.1.443.835.500,-
SUMBER DANA: APBD
PENYEDIA: CV TIMUR PERSADA MANDIRI
KONSULTAN: CV. MAELO PRIMA JAYA
JANGKA WAKTU: 30 HARI KALENDER
Sebelumnya diberitakan proyek betonisasi milik PU Makassar diduga proyek siluman dan tidak sesuai spesifikasi lantaran papan proyek yang dikerjakan oleh oleh CV. Timur Persada Mandiri selaku rekanan tidak terpajang di lokasih proyek.
Setelah diberitakan Zul selaku pelaksana telah memunculkan papan proyek tersebut dengan berdali tercecer, pasalnya papan proyek tersebut tidak di cantumkan Volume Pengerjaannya.
“Tabe Pak, baru saya dapat di Workshop, dibawa sama anggota” singkatnya melalui via pesan singkat whatsaap Jumat (29/12).
Tak hanya diduga proyek siluman dan tidak sesuai spesifikasi, namun rekanan tersebut melanggar peraturan perundang-undangan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012.
Yang sangat jelas tertuang bahwa dimana setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek, dimana memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pekerjaan.
Dikonfirmasi ke Kepala Bagian (Kabag) Jalan umum Dinas PU Makassar Dodi Alamsyah melalui via telfond mengatakan bahwa papan proyek tersebut disengaja tidak dipasang lantaran saat ini sudah terlambat dan kena pinalti.
“Mungkin disengaja karena itu proyek sudah terlambat dan di denda” ujarnya melalui telfond whatsaap, Rabu (27/12).
Dodi juga menyebut pengerjaan proyek tersebut diberikan kebijakan agar diselesaikan secepatnya.
“Batas waktunya sudah terlambat, harusnya selesai di bulan ini namun diberi kesempatan atau waktu selama 50 hari untuk diselesaikan” sebutnya.
Sementara Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas PU Makassar selaku penanggung jawab proyek tersebut membenarkan keterlambatan proyek tersebut.
“Iya benar, tapi terkait papan proyeknya saya sudah telfond pelaksananya dia berdalih papan proyeknya dia pajang sampai saat ini, sementara saya minta dokumentasinya” ungkap Ical melalui via telfond whatsapp.
Ical meminta awak media untuk berkordinasi ke pelaksananya untuk mendapatkan informasi secara detail terkait proyek tersebut.
“Kita hubungi mi Pak Zul selaku pelaksanaanya untuk mendapatkan informasi lebih jelas karena saya lupa berapa anggaran proyek yang kita pertanyakan, terus saya juga lagi di jalan ini” ungkapnya.
Terpisah, Zul selaku pelaksana proyek jalan beton yang terletak di Jalan Deppasawi yang dikonfirmasi berdalih papn proyek tersebut sebelumnya di pasang namun papan proyek tersebut robek lantaran terkena mixer.
“Kemarin itu adaji terpajang tapi waktu di cor pertama tidak sengaja disenggol dengan mixer jadi robekki makanya anak-anak lepas” jelasnya.
Singkat cerita, awak media mencoba meminta foto dokumentasi papan proyek tersebut ke Zul namun dirinya mengatakan papan proyek tersebut tercecer, dan membenarkan proyek yang dikerjakannya sudah terlambat dan didenda.
“Iya betul pak sudah terlambat 10 hari gara-gara lorong kecil baru mobil mixer saya besar, untuk papan proyek sementara saya suruh anggota Cari Pak, tercecer katanya Pak,” singkatnya balasan pesan yang dilayangkan awak media. ***
